Spiga

Pilih Beli Mercy Atau Harley?


Pertanyaan itu muncul di pikiran Wiwied Wirawan, sang pemilik perusahaan kaos C59, beberapa tahun silam. Dan dia memilih untuk membeli sebuah motor besar Harley seharga 200 juta-an, seharga dengan sebuah mobil Mercedez baru pada masa itu.

Alasannya? Dia melihat jauh ke depan. Dia tahu, jika dia membeli Harley, maka dia akan bisa bergabung dengan klub motor besar. Lebih jauh lagi, dia akan sering bergaul dengan para anggotanya, yang notabene tentunya adalah orang-orang berduit dan penting.

Keputusannya yang tidak lumrah tersebut ternyata membuahkan hasil manis. Dalam waktu singkat dia diangkat menjadi ketua sebuah klub motor besar di Bandung. Kenalannya pun meluas hingga para eksekutif dan pejabat besar. Hasil networkingnya itu tentu memberikan imbas positif bagi bisnisnya. C59 mendapat puluhan ribu pesanan kaos, baik untuk perusahaan maupun instansi, tempat para kenalannya memimpin.

Keputusannya ketika mengeluarkan uang didasarkan atas insting bisnis, bukan sekedar nafsu konsumtif. Itulah yang dilakukan seorang pebisnis sejati.


Andika Wahyu,

www.metroweb.co.id

Ingin Sukses Di Bidang Apapun? Ber-Mastermind-lah!

Apa itu Mastermind? Mastermind pada dasarnya adalah sekelompok orang dari beragam latar belakang berjalan bersama-sama dan saling mendukung, dengan tujuan saling bertukar saran dan ilmu, untuk membantu goal masing-masing anggotanya. Berikut adalah cerita rekaan yang bisa memberi gambaran bagaimana pertemuan Mastermind berjalan.

Pada siang hari semua orang telah datang di ruang pertemuan. Idealnya semua orang datang tepat waktu, tetapi itu jarang terjadi. Mastermind ini telah sepakat untuk dimulai di jam 12:30. Tiga puluh menit pertama dapat digunakan untuk sosialisasi, memesan makanan, dan lain-lain. Ada lima orang di grup ini, jumlah yang sempurna. Terlalu banyak orang akan membuat pertemuan menjadi terlalu lama dan tidak cukup waktu untuk semua orang yang hadir.

Fasilitator kelompok bertanya siapa yang akan mulai lebih dulu. Semua anggota kelompok telah sepakat untuk menyatakan masalahnya dan meminta saran atas apa yang mereka inginkan dalam waktu 15 menit secara bergantian. Dengan batasan waktu yang telah ditetapkan, semua orang harus dan bisa fokus. Jarang ada yang melebihi waktu 15 menit yang telah ditetapkan. Untuk menjaga pertemuan tetap di jalurnya, sebuah jam diletakkan di tengah meja, di mana setiap orang dapat mengawasi.

Orang pertama memulai. Ia adalah seorang yang memiliki usaha batik. Berikut ini apa yang dia katakan: "Saya ingin mencari gagasan tentang bagaimana memasarkan batik saya ke pasar. Saya baru saja membuat kartu nama dan juga membangun sebuah situs web, namun tampaknya tidak banyak membantu. " Si pengusaha batik ini berbicara selama beberapa menit kemudian, ia menjelaskan bisnisnya dan apa yang dia butuhkan. Dia mengatakan beberapa hal pribadi tentang keluarganya dan tantangan yang ada, tetapi jelas fokusnya adalah pada bisnisnya. Akhirnya, ia meminta tanggapan dari anggota lainnya.

Seorang perempuan dalam kelompok menyarankan: "Setahu saya website agar bisa didatangi banyak pengunjung harus dipromosikan dan dioptimalisasi.Itu bisa membuat bisnis Anda terkenal."

"Tapi saya tidak tahu apa-apa tentang pemasaran di Internet. "

Orang lain dalam grup itu memiliki sebuah usaha dry cleaning. Dia berkata, "Saya memiliki sebuah pelanggan yang ternyata seorang konsultan pemasaran internet. Saya dapat bertanya padanya, mungkin dia tahu atau ia tahu siapa saja yang dapat membantu. Saya bisa memberikan kartu nama konsultan itu jika Anda mau. "

Si pengusaha serius menyimak saran-saran dari anggota kelompok itu. Dia mencatat semuanya. Setelah 15 menit berlalu, ia berterimakasih kepada semuanya.

Lima belas menit berikutnya adalah giliran seorang wanita. Ia mulai mengatakan: "Saya sedang menulis sebuah novel. Sejauh ini berjalan baik, tetapi kadang-kadang saya bertanya-tanya apa yang harus saya lakukan. Haruskah saya berhenti menulis dan mencari pekerjaan "sesungguhnya"? Saya harus membayar tagihan bulanan dan tidak ada jaminan keberhasilan di karir ini. Saya mungkin membuang-buang waktu saya. Dan mencoba untuk menulis dengan keraguan dalam diri saya adalah sebuah siksaan."

Dia terus berbicara selama beberapa menit, jelas dia menghabiskan waktunya untuk mengeluh. Mastermind berfungsi dengan sangat baik hanya ketika orang dengan jelas meminta bantuan. Dalam buku Joe Vitale: The Attractor Factor, langkah pertama adalah menyatakan apa yang tidak Anda inginkan. Itulah yang wanita itu telah lakukan. Akan tetapi, dia harus maju ke Langkah 2: Nyatakan apa yang Anda inginkan. Fasilitator mastermind menginterupsi dan menawarkan bantuan : "Kami sudah mendengar tentang apa yang Anda tidak inginkan. Sekarang, apa yang Anda inginkan, di mana kami mungkin dapat membantu anda? "

Sang novelis berhenti sejenak, tersadar, dan mengatakan, "Saya ingin menulis novel tanpa khawatir atau tanpa gangguan. "

"Bisakah Anda menyatakannya dalam cara yang positif?"

"Saya ingin menulis novel saya dengan senang hati dan fokus, melakukannya secepat mungkin, dan menemukan penerbit untuk novel saya. "

Setiap orang dalam kelompok itu merasakan perubahan energi menjadi positif ketika si novelis menyatakan goal-nya. Orang lain dalam kelompok tersebut memberi saran: "Saya pernah mendengar bahwa penulis menetapkan waktu tertentu untuk menulis. Mungkin di pagi hari, atau larut malam. Temukan waktu produktif Anda sendiri dan hormati itu. Anda juga dapat mengatur waktu khusus untuk "khawatir". Katakan pada diri Anda, tak apa-apa untuk merasakan khawatir, tapi Anda hanya boleh memikirkannya jam 3 sore"

Semua orang tersenyum, tetapi mereka semua paham, termasuk si novelis: Dia kini memegang kendali. Dia harus tetap disiplin sambil terus mengejar tujuannya. Tepat sebelum 15 menit-nya habis, si pengusaha batik memiliki saran mengejutkan untuk si novelis: "Saya tidak pernah mengatakan kepada siapapun, tapi saya punya sepupu yang juga novelis. Beberapa bukunya telah diterbitkan. Saya tidak pernah membacanya karena saya selalu sibuk di bisnis, tapi saya bisa memberikan nomor teleponnya pada Anda. Mungkin dia memiliki agen penerbit. "

Si novelis terpana dan cepat berkata, "Ya! Saya mau membayar untuk informasi tersebut. Eee.. jika saya nanti mempunyai uang. "

"Ada di rumah kok nomornya" kata si pengusaha batik.

Pertukaran informasi dalam kelompok mastermind adalah gratis. Mereka di sana untuk membantu satu sama lain. Tentu saja, jika ada anggota grup ingin membeli produk atau layanan anggota lain, ia mungkin akan mendapatkan harga "teman". Tetapi informasi dikomunikasikan secara terbuka sebagai cara untuk saling mendukung.

Anggota yang lain siap untuk bicara: "Saya ingin menurunkan berat badan," ujarnya. Meskipun mastermind biasanya berfokus pada sukses bisnis, kadang-kadang anggota kelompok membahas hal lain yang ingin dicapainya juga. Bukan hal aneh jika ada anggota untuk mengatakan ia perlu bantuan untuk berhenti merokok, atau menemukan pasangan, atau sekedar ingin hidup lebih sehat. Sekali lagi, semua tergantung dari hasil kesepakatan di kelompok tersebut. Dalam contoh kasus ini, orang ini ingin dibantu untuk hidup lebih sehat.

Setelah ia berbicara selama beberapa menit, seseorang di grup ini mengajukan pertanyaan penting: "Apa yang akan Anda lakukan dalam pertemuan minggu depan untuk mencapai tujuan Anda? "

Orang yang kelebihan berat badan tersebut berpikir sebelum menanggapi: "Saya akan melakukan penelitian mengenai diet hari ini dan memilih satu metode di antaranya untuk saya lakukan. Besok pagi saya sudah akan mulai melakukan metode tersebut. Di pertemuan berikutnya berat saya akan turun setidaknya setengah kilo." Setiap orang kemudian menanggapi pernyataan tersebut. Sebuah tujuan yang jelas dan realistis.

Dalam pertemuan mastermind, adalah penting untuk semua anggota menyatakan apa yang akan mereka lakukan pada pertemuan berikutnya. Ini akan memberikan mereka arah, mendapat dukungan kelompok, dan membuat diri mereka tetap bertanggung jawab. Hanya butuh satu menit untuk menyatakan tujuan. Dan dengan umpan balik dari grup, maka tujuan tersebut dapat menjadi pijakan kuat untuk menuju sukses.

Pertemuan khayalan ini berjalan sampai semua anggota mendapat jatah 15 menit mereka untuk berbagi. Pada akhir pertemuan, mereka mungkin bisa berbincang santai dan bersosialisasi. Namun biasanya tidak lama, karena masing-masing memiliki kesibukan.

Mastermind yang dijabarkan di atas hanya rekaan dan tidak pernah terjadi. Tetapi pada intinya begitulah mastermind bekerja: Orang-orang yang berbeda dari beragam latar belakang berjalan bersama-sama dan saling mendukung. Dan karena berasal dari berbagai latar belakang, Anda tidak akan pernah tahu dari mana solusi akan datang, atau seperti apa solusi yang mungkin muncul. Dan karena merupakan sebuah kelompok, energi yang ada lebih kuat daripada hanya seorang individu.

Itulah keajaiban dari mastermind.


See you at top!

Andika Wahyu

10 Kesalahan Marketing yang Harus Dihindari Pengusaha

Sebuah jalan untuk mencapai keberhasilan usaha adalah dengan tidak melakukan kesalahan marketing berikut ini :

1. Mencoba menjual semuanya ke setiap orang

Mencoba melakukan apa saja adalah bencana marketing. Untuk menjadi yang terbaik diperlukan komitmen dan fokus. Lakukan hal tersebut dan hal yang lainnya akan menyusul.

2. Harga berbasis biaya

Kebanyakan usaha kecil tidak memiliki penanganan akuntansi biaya yang memadai dan meraka meremehkan biaya mereka. Jika harga berbasis biaya, hasil akhirnya selalu produk dibawah harga. Daripada harga yang didapatkan dari nilai. Harga ini merefleksikan penghematan potensial, level kepuasan tertinggi, atau penggunaan maksimal dimana klien akan menerimanya dari pembelian dan menggunakan produk atau jasa tersebut.

3. Branding yang tidak konsisten

Kartu bisnis Anda berarti satu hal, website menyatakan hal lain, dan brosur memberikan keterangan lain. Branding adalah janji nilai yang memerlukan konsistensi. Berikan satu cerita saja.

4. Hanya percaya pada satu konsumen besar

Banyak perusahaan kecil yang menjadi tawanan konsumen besar. Saat konsumen menjauh, perusahaan runtuh. Seberapa besar yang terlalu besar? Saya sarankan tidak lebih besar dari 25% penjualan tahunan. Perhatikan konsumen penting ini, tapi fokus pada anggaran marketing untuk menemukan pelanggan baru. Lakukan sekarang.

5. Menjual produk dan fitur

Orang tidak membeli produk dan fitur. Mereka membeli solusi untuk masalah mereka. Ini bukan tentang Anda. Ini tentang mereka.

6. Tidak ada riset pasar

Banyak pengusaha sukses mengandalkan 'nyali' mereka dan pengalaman untuk membuat keputusan strategis.Mungkin ini penunjuk arah yang baik, tapi luangkan waktu untuk memverifikasi asumsi Anda dengan riset pasar; terkadang insting Anda bisa salah.

7. Tidak memberi waktu untuk berhasil

Membangun brand dan menjual pada konsumen memerlukan waktu dan biaya. Tentukan tujuan konservatif dan pastikan Anda memiliki dana untuk mengenalkan produk baru; mungkin Anda beruntung, tapi biasanya sukses berat untuk dicapai.

8. Website yang buruk

Link yang mati, isi tidak aktual, dan desain web yang lama akan membuat pelanggan lari. Website harus di refresh secara konstan, kaya akan konten dan Anda harus memelihara optimalisasi situs sebagai mesin pencari utama. Ini adalah syarat dalam melakukan bisnis secara virtual dalam bisnis saat ini .

9. Daftar konsumen yang sudah usang
Konsumen baru Anda ada di sistem akuntansi,daftar kartu ucapan, prospek Anda ada di data email dan mantan pelanggan ada di kabinet file. Daftar klien seharusnya diperlakukan seperti barang yang berharga. Simpan file ini dalam satu file yang selalu diupdate dan di back up.

10. Tidak mengupdate marketing plan - marketing plan yang baik sekalipun harus tetap diupdate. Banyak hal yang berubah dengan cepat. Janji iklan internet akhirnya menjadi kenyataan.Yellow-page telah berakhir. Kita telah memasuki era personalisasi. Satu ukuran tidak bisa cocok untuk semuanya. Tinjau rencana anda tiap kwartal dan update tiap tahunnya.

Oleh: John Bradley Jackson
Sumber: http://www.marketingarticlelibrary.com
Diterjemahkan oleh: Iin - Tim Pengusaha Muslim.Com

Dahsyatnya Silaturahmi Dengan Founder dan Owner Zahir Accounting


Hujan rintik di Minggu siang itu menyambut kedatangan saya di Kantin Rasamala, Menteng Dalam. Menempuh perjalanan satu setengah jam dari Bogor, saya datang dengan semangat luar biasa, akhirnya dapat bertatap muka dengan Pak Fadil Basyemeleh, Founder dan Owner PT Zahir International. Zahir melalui produk utamanya Zahir Accounting, telah memenangi berbagai penghargaan. Antara lain Juara Pertama Teknopreneur Award 2008, Best Enterprise 50 tahun 2006 dan Asia Pasific ICT Award 2004.

Pak Fadil sendiri sejak tiga tahun lalu ini sebenarnya telah hijrah ke Malang, menikmati waktunya bersama keluarga, jauh dari hiruk pikuk bisnis. Zahir yang notabene disebut-sebut mampu meraup omzet Rp 6 miliar lebih per tahun, kini telah berjalan otomatis tanpa perlu campur tangan sang pendiri. Pak Fadil datang ke Jakarta kali ini dalam keperluan silaturahmi dengan para anggota milis Pengusaha Muslim yang dikelolanya.

Begitu masuk ke Kantin, ucapan salam saya langsung disambut hangat oleh sang empunya Kantin, Pak Umar Hapsoro, salah seoarang sesepuh PengusahaMuslim.com. Beliau langsung memperkenalkan saya dengan Pak Fadil, yang ternyata sudah hadir di situ.

Sejak awal perbincangan, tak tampak dalam pembicaraan ini adanya jarak yang memisahkan. Pak Fadil dengan ramah bertanya berbagai hal mengenai saya, membuat saya merasa nyaman. Begitu mengetahui saya ternyata memiliki bisnis di bidang IT, pembicaraan kami langsung klop, mengingat Zahir sendiri juga berbasis IT.

Hanya dalam sepuluh menit obrolan dengan Pak Fadil, berbagai ide bisnis segar, brilian dan pastinya applicable terlontar dari beliau. Saya pun dengan semangat 45 membuat mind map mengenai isi pembicaraan kami, seakan tak rela ada yang terlupa. Karena saya tahu, kalau saran dari beliau benar-benar saya jalankan dengan tekun, insya Allah, bisa melejitkan bisnis saya, berkali-kali lipat. Luar biasa. Konsep seperti Faktor Kali-nya Pak Tung, database pelanggan sebagai leverage, dan pentingnya fokus dalam bisnis ketika baru mulai, ditekankan oleh beliau. Walau sebenarnya konsep-konsep itu bukan hal baru bagi saya, tapi Pak Fadil menyampaikannya dalam sudut pandang berbeda dan jauh lebih detail. Tampak sekali dalam dalam obrolan itu bahwa Pak Fadil orangnya sangat strategic, alih-alih taktis. Memang seorang CEO yang sukses harus begitu adanya. Pak Fadil tak lupa mengingatkan, jangan lupa untuk selalu share ilmu yang sudah didapat karena ilmu yang dibagikan tidak akan pernah habis manfaatnya.

Saran yang tak kalah dahsyat juga dilontarkan Pak Umar. Sebagai seseorang yang sudah sepuh, saya dibuat terkagum-kagum atas pengetahuan beliau mengenai bisnis, Islam, dan Teknologi Informasi. Semangat yang luar biasa ditunjukkan beliau saat membahas mengenai teknopreneur, betapa unsur teknologi dan entrepreneurship akan mumpuni ketika disatupadukan.

Kejutan ternyata tak berhenti di situ. Selesai sholat dhuhur di masjid terdekat, kami kedatangan seorang tamu yang ternyata calon investor. Beliau ini meminta saran kepada Pak Fadil mengenai investasi di perusahaan IT. Mungkin karena sudah sangat berkecukupan, beliau bingung uangnya mau dikemanakan. Dan yang paling penting, sang calon investor ini sangat tertarik untuk menggelontorkan dana bagi pengusaha. Tinggal mengatur 'tanggal main'nya saja. Subhanallah...benar-benar luar biasa manfaat dari silaturahmi.

See you at top!

Andika Wahyu

www.virtual-ukm.com
www.jatifurniture.com

Pria dari Mars, Wanita dari Venus


Pria dari Mars dan wanita dari Venus.
Karena berasal dari dua planet yang sangat berjauhan, ternyata dalam membina hubungan, Mars dan Venus punya papan skor yang (jauh) berbeda.
Hal itulah yang saya pelajari dari John Gray dalam buku klasiknya Men are from Mars, Women are from Venus. A must-read book!

Papan Skor Venus

Pria menganggap setelah bekerja seharian dari jam 9-5 maka dia akan mendapat skor 10.000 dalam hubungan mereka.
Ternyata tidak. Wanita hanya memberi skor 1 pada hal tersebut.

Venus memberi skor 1 untuk semua hal, KECIL maupun BESAR. Wanita butuh banyak ekspresi cinta dalam hubungan untuk merasa dicintai. Satu atau dua ekspresi cinta, betapapun besar dan pentingnya, tidak akan cukup. Melakukan banyak hal kecil (dan mendapat banyak skor) adalah rahasia untuk memenuhi kebutuhan cinta seorang wanita. It's magic when a man does little things for his woman.

Anda bekerja seharian = (cuma) 1 skor, tapi.....
Anda mencari dan menemukan istri Anda ketika pulang ke rumah = 1 skor juga!
Anda memeluknya = tambahan 1 skor lagi!
Anda mencium pipinya = 1 skor
Anda menanyakan "How's your day?" = 1 skor
Anda bilang "I love you" = 1 skor
Anda mengambilkan istri Anda minum = 1 skor
Anda mendengarkan dengan tulus ketika dia bercerita = 1 skor
Tiap kali istri Anda merubah topik dan Anda tetap mendengarkan = 1 skor per topik

Pria sebenarnya bisa dan mampu melakukan hal-hal kecil ini di awal masa pacaran, lho.

Untuk para suami, di buku tersebut ada 101 cara memperoleh nilai di mata istri, saya tulis beberapa di sini :


  1. Setibanya di rumah, carilah dia terlebih dahulu dan peluklah dia.

  2. Ketika ia menceritakan masalah, dengarkan dan berempatilah. JANGAN buru-buru mengajukan solusi. Ia hanya ingin didengarkan.


  3. Bila ia bicara dengan Anda, taruhlah surat kabar atau matikan televisi/komputer, berilah dia perhatian Anda sepenuhnya.


  4. Bersabarlah saat ia berbagi rasa. JANGAN melirik arloji Anda.


  5. Peluklah ia empat kali sehari.


  6. Jadwalkan tambahan waktu saat berpergian agar ia tidak perlu tergesa-gesa.


  7. Sesekali tawarkan untuk membantu mencuci piring.


  8. Kalau Anda akan pulang terlambat, teleponlah dia dan beritahu padanya.


  9. Pujilah ia atas penampilannya.


  10. Saat pergi keluar, tanyakan kalau-kalau ada yang ingin dibelinya.


  11. Katakan padanya “I love you” sekurang-kurangnya beberapa kali sehari.


  12. Bereskan tempat tidur dan bersihkan kamar tidur.


  13. Jika Anda keluar kota, teleponlah untuk memberikan nomor telpon di mana Anda dapat dihubungi.


  14. Tawarkan untuk memijat punggung, leher atau kaki-kakinya (atau semuanya).


  15. Pastikan untuk memberikan bisikan mesra sesekali.


  16. Jangan menekan remote control ke channel yang berbeda saat ia sedang menonton TV dengan Anda.


  17. Ciumlah dia dan ucapkan salam jika Anda ingin pergi.


  18. Bersikaplah penuh pengertian jika ia terlambat atau memutuskan untuk mengganti pakaiannya.


  19. Buatlah ia lebih penting daripada anak-anak.


  20. Belikanlah ia hadiah-hadiah kecil.


  21. Belikanlah ia pakaian.


  22. Potretlah ia pada peristiwa-peristiwa istimewa.


  23. Lakukanlah jalan-jalan romantis singkat.


  24. Buat ia tahu bahwa Anda membawa fotonya di dompet Anda.


  25. Kemudikanlah kendaraan dengan berhati-hati.


  26. Kejutkanlah ia dengan surat/puisi/sms cinta.


  27. Tawarkanlah untuk membawa belanjaannya.


  28. Pujilah masakannya.


  29. Tataplah matanya sewaktu mendengarkan pembicaraannya.


  30. Tertawalah pada lelucon-lelucon dan humornya.


  31. Secara verbal ucapkan terima kasih jika ia melakukan sesuatu pada Anda.


  32. Ciptakan saat istimewa untuk berdua-duaan.


  33. Beritahu dia bahwa Anda rindu padanya saat Anda pergi jauh.


  34. Saat bergandengan tangan, jangan membiarkan tangan Anda lemas.


  35. Bantulah membuang sampah.


  36. Tutup kembali kloset kamar mandi.



Semoga bermanfaat, dan ini untuk mengingatkan saya juga untuk selalu memberikan yang terbaik kepada istri tercinta.

See you at top!


Andika Wahyu, Owner VirtualUKM dan JatiFurniture.com

Merubah Karyawan Biasa Menjadi Luar Biasa

Model bisnis kita harus bisa dijalankan oleh orang dengan skill serendah mungkin.


Yup, serendah mungkin. Karena jika model bisnis Anda bergantung pada orang-orang bertalenta tinggi, maka bisnis Anda tidak akan bisa diotomasi dan diduplikasikan. Orang bertalenta tinggi langka di pasaran, dan pastinya mahal. Hal ini tentunya akan berdampak pada naiknya harga layanan atau produk Anda.


Skill serendah mungkin di sini maksudnya serendah mungkin untuk melaksanakan tugasnya di bisnis Anda. Jika bisnis Anda adalah bengkel, maka Anda butuh montir. Jika bisnis Anda software development, Anda butuh programmer. Tapi Anda tidak harus mencari montir atau programmer yang brilian. Yang Anda harus lakukan adalah membuat sistem yang mampu merubah montir atau programmer biasa menjadi luar biasa.

  • Bagaimana caranya agar bisnis saya bergantung pada SISTEM, bukan pada ORANG atau PAKAR?
  • Bagaimana caranya agar bisnis saya mampu membuat SISTEM PAKAR, alih-alih merekrut PAKAR?

Itulah yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri setiap waktu.


Kawah Candradimuka


Sistem yang hebat bisa dianalogikan layaknya kawah Candradimuka, sebuah kawah dalam cerita pewayangan, yang mentransformasi Gatotkaca dari manusia biasa menjadi seorang yang luar biasa.


Jadi, tugas pendiri perusahaan, lebih tepatnya, tugas model bisnis kita lah untuk menyediakan sistem semacam itu dan mengajarkan para karyawan untuk menggunakannya. Kita harus selalu fokus membangun sebuah sistem yang mampu membuat karyawan biasa menghasilkan pekerjaan yang luar biasa, setiap saat, lagi dan lagi.


Untuk kongretnya, saya ambil contoh Jat*s, salah satu perusahaan IT terbesar di Indonesia. Mereka sering merekrut fresh graduate, bukan pakar. Yang penting mau belajar. Sistem ciptaan Jatis lah yang akan menggodok para fresh graduate itu menjadi para pakar. Setelah para fresh graduate menjadi pakar, mereka biasanya akan mencari tawaran pekerjaan lain di luar. Dan Jatis tanpa kesulitan akan mengulang lagi siklus tersebut, mencari siapapun untuk digodok oleh sistemnya.


Tugas para karyawan adalah menggunakan sistem yang ada dan merekomendasikan pengembangan sesuai pengalaman mereka saat mengaplikasikannya. Contohnya di perusahaan assembling, PT Astra International, seluruh karyawan secara rutin diminta mengajukan usulan bagaimana agar mereka bisa menyelesaikan pekerjaaannya dalam cara yang paling efektif dan efisien.


Sebuah keniscayaan, bisnis yang hebat, bukan dibangun oleh orang-orang luar biasa tetapi oleh orang-orang biasa yang melakukan hal-hal yang luar biasa, yang didukung oleh sistem.


See you top!


Andika Wahyu, Owner Virtual-UKM dan JatiFurniture.com

A Tribute For Business Owner

Berikut adalah sebuah cuplikanyang ambil dari buku Profit Is King, buku karangan Tom Mc Ifle, seorang business coach dari ActionCOACH. Isinya sangat memotivasi teman-teman pemilik bisnis maupun yang hendak memulai sebuah bisnis.


A Tribute For Business Owner

" You put up the money to start the business that creates jobs for the rest of us. You gather the raw materials, importing some of them, devise salable products, advertise them and sell them. You pay all the operating expenses. You pay your employees and yourself 90% of the dollars that are left. You assume all the risks and invest most of your profits in additional equipment, additional facilities, and new research. You pay out in taxes in what you pay yourself. You, businessmen and businesswomen, create works goods, and services. You give more generously than anybody to mosques, churches, schools, foundations and charities of all sizes.


By any reasonable rationale you should be the focus of a very grateful nation's primary appreciation. As a public servant and provider, you should be on the cover of Time or Newsweek. You should be esteemed by your government, by the media, and by your fellow man. You seldom are. I wish I could promise it's going to be different.


Congratulations on having the guts to be in business. You are modern day heroes...albeit unsung. As unappreciated as you may sometimes feel, be proud of the great contributions you make to society. Be proud of the lives you affect so positively everyday. We applaud your efforts dan your great entrepreneurial spirit."


See you at top!


Andika Wahyu, Owner VirtualUKM dan JatiFurniture.com